E-MAGAZINE MANAJEMEN ED JULI 2020

Rp100.000,00

PERENCANAAN SKENARIO BERADAPTASI DENGAN KETIDAKPASTIAN

Pandemi Covid-19 menyadarkan kita semua bahwa ketidakpastian sangatlah nyata. Walaupun tidak setua ilmu sosial lain, seperti sosiologi dan ekonomi,

ilmu manajemen sebenarnya telah mengembangkan metode untuk ketidakmenentuan masa depan. Bisnis telah membangun metode perencanaan strategis (strategic planning),

yaitu panduan untuk bertumbuh dalam jangka panjang. Sayangnya, dalam praktik, metode ini menjadi tumpul ketika muncul peristiwa besar tanpa terdeteksi.

Pada tahun 1980-an, lahir pendekatan baru yang melengkapi perencanaan strategis, yaitu strategic foresight. Strategic foresight pada dasarnya adalah pendekatan untuk merasakan,

membentuk, dan mempengaruhi masa depan. Salah satu alat dalam strategic foresight yang sangat terkenal adalah perencanaan skenario (scenario planning).

Dalam mengembangkan skenario masa depan, pemimpin atau eksekuif tidak meramalkan, melainkan melihat pola-pola yang ada saat ini dan kemungkinan-kemungkinan dampaknya

di masa depan. Dalam metode ini, masa depan yang digambarkan tidaklah satu, tetapi beberapa kemungkinan. Gambaran masa depan itu juga terus dipantau dengan mengikuti perkembangan terbaru.

Untuk menjawab kegelisahan para pelaku bisnis, majalah Manajemen kali ini mengambil tema scenario planning, yang dibeberkan secara detail mulai dari konsep, penerapan,

hingga contohnya. Pada rubrik Fokus Utama misalnya, kami menghadirkan tulisan Ningky Sasanti Munir, yang mengupas konsep dan manfaat scenario planning. Tulisan tersebut dilengkapi

pula dengan adaptasi karya Peter Solbic, “Menjembatani masa kini dengan masa depan”.

 

Category:
Need Help? Chat with us