E-MAGAZINE MANAJEMEN ED NOVEMBER 2021

Rp100.000,00

Optimalisasi Sumber Daya Lokal

Pandemi Covid-19 telah menyingkap kerentanan sistem rantai pasok global. Pembatasan aktivitas manusia, mati suri kegiatan transportasi, dan lockdown

menyebabkan terhentinya pasokan material, terhentinya produksi, dan langkanya produk jadi. Dan itu tidak terjadi pada wilayah tertentu, melainkan di seluruh dunia.

Selama ini, sistem rantai pasok global yang kompleks memang telah menunjukkan kemampuan menciptakan nilai dengan menyediakan barang yang murah dan

pemenuhan kebutuhan secara tepat waktu (just in time). Namun sistem yang kompleks tersebut melahirkan efek domino besar ketika ada subsistem yang terganggu.

Pandemi Covid-19 mengingatkan kita pentingnya multisourcing, dengan memprioritaskan sumber daya yang lokasinya terdekat, alias sumber daya lokal.

Ketika jalur pasokan global terganggu, sumber daya lokal sangat membantu operasi perusahaan. Hal ini telah dibuktikan oleh dua perusahaan di Indonesia yang

kasusnya diangkat dalam majalah Manajemen kali ini: Niri Rubber dan TaniHub Group.

Niri Rubber memenuhi kebutuhan proses produksinya dengan karet alam 100% dari dalam negeri. Sebagian kecil bahan sintesis diimpor dari luar negeri.

Selama masa pandemi, pasokan berjalan lancar dan proses produksi lancar. Sementara itu, TaniHub, dengan menggunakan teknologi, memberdayakan petani kecil

di pulau Jawa dan Bali untuk memenuhi kebututan sayur, buah, dan produk ternak segar. Selama pandemi, perusahaan ini mampu memenuhi kebutuhan yang melonjak.

Bahkan sekarang sudah mengekspor produk petani dan peternak lokal ke luar negeri.

Namun perlu juga dipahami bahwa di era globalisasi ini, perusahaan mana pun tidak bisa lepas begitu saja dari jaringan global. Pada Fokus Utama 1 dan Fokus Utama 2,

kami menyajikan tulisan bagaimana mengoptimalkan sumber daya lokal dan membentuk model baru rantai pasok global pascapandemi.

Pemikiran ini sebenarnya sejalan dengan kebijakan pemerintah melakukan hilirisasi industri pertambangan. Presiden meminta agar kita tidak menjadi tukang gali tambang,

melainkan mengolah hasil tambang tersebut menjadi barang setengah jadi dan barang jadi.

Nah, sekarang saatnya kita membangun kompetensi untuk menciptakan produk berbasis sumber daya lokal. Rubrik tetap dalam edisi kali ini menyajikan

berbagai konsep, metode, dan tips untuk menjalankan gagasan tersebut. Pandemi Covid-19 telah memberi pelajaran penting bagi semua perusahaan untuk mengurangi

ketergantungan pada jaringan pengadaan dari luar negeri.

Need Help? Chat with us