DISRUPSI CORONA DAN TEKNOLOGI DIGITAL

Akhir tahun 2019, muncul sebuah fenomena yang dampaknya terhadap kehidupan manusia, termasuk bisnis, tidak terduga: virus Corona. Virus yang belum ada penawarnya itu menyebar dari Wuhan, Cina, secara perlahan ke seluruh dunia. Semakin lama, sebarannya semakin cepat. Pada 16 Maret 2020, jumlah terinfeksi 173.047 orang di 158 negara. Berita baiknya adalah 77.783 yang terinfeksi dinyatakan

Corporate University dalam Transformasi

Sampai saat ini, isu corporate university (corpu) tetap hangat dalam kancah diskusi pembelajaran korporasi. Anehnya, meskipun sudah sejak lima tahun yang lalu banyak organisasi beramai-ramai mendirikan  corpu, pemahaman tentang pengertian dan fungsinya masih kabur. Ada yang berpendapat bahwa corpu adalah evolusi lanjutan dari unit diklat (pendidikan dan pelatihan). Bahkan ada yang ‘tersesat’ dengan memaknai corpu

MEMBANGUN DIGITAL MINDSET DAN KOLABORASI DI OVO

Penelitian yang dilakukan oleh Center for Human Capital Development (CHCD) PPM Manajemen menunjukkan bahwa kolaborasi ikut berkontribusi terhadap terbentuknya digital mindset. Digital mindset sendiri merupakan syarat sukses bagi perusahaan berbasis teknologi digital. Berikut adalah pengalaman PT Visionet International (OVO) membangun budaya kolaborasi yang disampaikan oleh Kartika Akbaria, Head of People Experience OVO, di Human Capital

MENANAMKAN GROWTH MINDSET DI JASA MARGA

Seperti perusahaan lain pada umumnya, PT Jasa Marga (Persero) tidak bisa mengelak dari hempasan gelombang kemajuan teknologi digital. Ibarat pedang bermata dua, transformasi digital membawa dua tantangan sekaligus. Pertama, mendapatkan dan mengembangkan talent memasuki era digital? Kedua, bagaimana me-reskilling karyawan lama agar tetap relevan dengan tuntutan masa depan. Alex Denni, Chief of Human Capital &

TRANSFORMASI DIGITAL ADALAH TRANSFORMASI MANUSIA

Saat ini, perusahaan-perusahaan berbasis teknologi menjadi pemimpin hampir di semua industri, mulai dari manufaktur hingga jasa. Kemajuan mereka bahkan mengubah lanskap persaingan serta merombak model bisnis dan cara kerja yang sudah mapan. Disrupsi model bisnis paling nyata terjadi pada industri transportasi, jasa keuangan ritel, media, dan hospitality. Kelihatannya industri lain tidak bisa harus menyusul perubahan

KOLABORASI UNTUK PERTUMBUHAN BISNIS

Era VUCA (volatile, uncertainty, complexity, ambiguity) mengharuskan perusahaan beradaptasi secara cepat terhadap perubahan lingkungan, terutama pasar. Tuntutan itu hanya bisa dipenuhi apabila perusahaan menjadi lebih gesit. Kegesitan tersebut salah satunya bisa dicapai apabila perusahaan dapat membangun kolaborasi, baik internal maupun eksternal. Kolaborasi internal berarti perusahaan harus dapat membangun kerja sama lintas bisnis, divisi, fungsi, cabang,