Mendisrupsi Diri Sendiri

Mendisrupsi Diri Sendiri

Apa yang terjadi kalau Anda berada dalam suatu posisi, menjalankan peran yang sama, selama tiga atau empat tahun? Tidak ada promosi, tanpa rotasi. Jawaban singkatnya adalah: bosan! Tidak ada kemajuan, tanpa perubahan.

Rasa bosan itu mencul dalam banyak gejala seperti malas. Bangun pagi Anda berpikir: “Harus bekerja lagi?” Ketika hari Jum’at datang Anda berucap, “Alhamdullilah, besok Jum’at”. Terkadang fenomena bosan yang akut memunculkan sakit. Misalnya kepala Anda pening setiap bangun di Senin pagi.

Gejala ini berbahaya bukan hanya untuk Anda, tetapi juga perusahaan. Anda tentu saja rugi waktu. Anda membuang-buang waktu selama empat tahun tanpa kemajuan. Perusahaan juga rugi karena tidak mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya.

Sebenarnya apa sih sumber dari masalah ini? Akar masalahnya adalah kita tidak lagi mempelajari sesuatu yang baru. Kita melakukan hal itu-itu saja, tidak ada tantangan. Dalam konsep pembelajaran, kita berada pada puncak kurva S. Memang kita menjadi sangat ahli pada bidang yang kita tekuni, tetapi kita tidak lagi dapat menggali potensi yang lebih tinggi.

Mendisrupsi Diri Sendiri
Kurva Pembelajaran

Fenomena seperti ini banyak terjadi pada perusahaan yang tidak berkembang, atau departemen tertentu yang tidak maju. Pada perusahaan yang memiliki sistem pengembangan dan talent management yang baik, pembelajaran setiap orang ditata dan diselaraskan dengan karier. Namun, kalau Anda apes, mungkin Anda berada organisasi atau departemen yang diabaikan.

Repotnya lagi, atasan Anda mungkin tidak peduli dengan pengembangan Anda. Sering terjadi karena Anda sudah berkinerja baik di suatu posisi, Anda ditahan selamanya di situ. Jadi Andalah yang harus proaktif.

Jadi apa yang harus Anda lakukan?

  1. Meminta peran baru. Tanpa peran baru, Anda tidak memiliki tantangan baru. Akan lebih baik kalau peran baru itu merupakan promosi. Kalaupun hanya rotasi, tidak masalah. Keuntungan Anda adalah mendapat kesempatan belajar.
  2. Kalau permintaan itu tidak dipenuhi, Anda sebaiknya keluar. Memang keluar risikonya lebih besar karena bisa saja posisi Anda lebih rendah yang dipegang pada perusahaan saat ini. Akan tetapi kalau Anda bisa memprediksi dan yakin bahwa karier Anda bisa melaju lebih cepat, mengapa tidak dicoba?

Intinya, Anda jangan terlena duduk menjalankan satu posisi dalam waktu terlalu lama. Anda bukan hanya bosan dan menjadi tidak bahagia dalam bekerja, tetapi juga kehilangan kesempatan untuk maju. [M]


Catatan: Tulisan ini diinspirasi dari “How and when to disrupt your career, and yourself (quick study)” https://www.youtube.com/watch?v=1wrQ6Msp7wM&t=80s
photo by Andrea Piacquadio at pexels.com

Please Login to Comment.

Need Help? Chat with us