Menghentikan Diri dari Bertindak Berdasarkan Impuls Buruk

Menghentikan Diri dari Bertindak Berdasarkan Impuls Buruk

Banyak dari kita kesulitan menghentikan kebiasaan buruk bertindak secara impulsif. Impulsif adalah dorongan pikiran dan perasaan yang muncul dalam diri kita secara tiba-tiba. Tindakan impulsif bisa sangat berbahaya karena kita bergerak spontan, tanpa pikir panjang.

Misalnya, Anda sedang duduk dalam rapat, dan berdialog dengan anggota tim. Tiba-tiba dalam diri Anda muncul rasa tidak sabar. Perasaan ini mendorong  Anda untuk menyela bicara orang lain, bahkan membentak rekan kerja. Mungkin Anda masuk ke rapat tim dengan bawahan langsung Anda, dan alih-alih memberdayakan mereka, karena ketidaksabaran tersebut, Anda justru mengambil alih proyek. Dan ini menimbulkan masalah baru, karena anak buah merasa disepelekan.

Lalu bagaimana kita menyikapi momen-momen seperti itu? Pertama-tama sadari Anda sedang mendapat rangsangan atau dorongan impulsif. Dalam beberapa detik, buat keputusan membuat respons terhadap dorongan impulsif tadi. Berikut tiga teknik membuat respons konstruktif, otentik, dan efektif terhadap dorongan impulsif.

Pertama, menyebut mantra pengingat dan penguat. Mantra berfugsi untuk untuk menyatukan pikiran dan tubuh. Mantra pengingat bisa bersifat religius atau umum. Bagi kaum muslim, misalnya bisa istigfar, mengucap basmalah, dan sebagainya. Dalam kasus terkena serangan ketidaksabaran di rapat tadi, misalnya, bagi yang beragama Islam bisa mengucap “astagfirullah”. Istigfar tadi memberi isyarat kepada tubuh untuk lebih tenang.

Kedua, mengatur pernafasan. Dr. Andrew Weil memperkenalkan teknik pernafasan 4-7-8. Dalam teknik ini, Anda menarik nafas dalam 4 hitungan, menahan nafas dalam 7 hitungan, dan mengeluarkannya dalam 8 hitungan. Kalau Anda hendak presentasi di hadapan orang-orang penting dan tiba-tiba diserang rasa panik, praktikan teknik ini. Anda akan merasa lebih rileks. Kegugupan mereda dan konsentrasi mulai pulih.

Ketiga, “kembali ke laptop”.  Istilah “kembali ke laptop” diambil dari acara televisi Empat Mata yang diucapkan oleh Tukul Arwana untuk mengembalikan pembicaraan ke pokok persoalan. Kecemasan seringkali muncul dari pengembaraan pikiran yang tidak terkendali. Misalnya Anda tiba-tiba teringat pekerjaan yang menumpuk yang harus diselesaikan. Atau ada rangsangan seseorang mengingatkan deadline penyerahan pekerjaan. Salah satu cara ampuh untuk meredakan kecemasan atau kegelisahan tersebut adalah dengan kembali ke situasi saat ini. Pokoknya hadapi yang bisa dilakukan saat itu juga. Dengan cara itu, pikiran Anda menjadi tenang, dan tubuh menjadi rileks.

Kunci dari mengeliminasi tindakan impulsif adalah dengan mengendalikan pikiran. Kendalikan pikiranmu, atau pikiran mengendalikanmu. Ketika pikiran atau perasaan buruk Anda lepas begitu saja, dia akan membawa Anda ke tindakan yang membahayakan diri Anda maupun orang lain.

Ketiga teknik tadi merupakan cara mengendalikan pikiran dan tubuh. Selamat mencoba, semoga sukses.


Catatan: Tulisan ini diinspirasi dari video “Stopping yourself from acting on bad impulses (quick study)” yang disampaikan oleh Amy Jen Su. https://www.youtube.com/watch?v=P562K-K5t94&t=46s

Image by Andre Hunter at unsplash.com

Please Login to Comment.

Need Help? Chat with us