Cara Menangani Gosip Kantor

Cara Menangani Gosip Kantor

Bayangkan seorang rekan, sebut saja namanya Rita, mendekati Anda dan berbisik: ”Rico, anggota baru tim kamu kemarin mengatakan kepada saya bahwa kamu sebenarnya bukan manajer yang kompeten.” Apa yang akan Anda lakukan?

Gosip hadir dalam berbagai fungsi, yaitu:

  • Menjadi sumber informasi bagi mereka yang tidak mempercayai saluran formal.
  • Sebagai pelepasan kemarahan atau frustrasi.
  • Cara tidak langsung untuk memunculkan atau terlibat dalam konflik antarpribadi.

Fungsi yang paling banyak memicu drama di tempat kerja adalah gosip untuk memunculkan atau terlibat dalam konflik. Gosip semacam ini sebenarnya merupakan bentuk komunikasi yang kurang bertanggung jawab. Kok tidak bertanggung jawab? Dalam contoh di atas, Rita mengatakan bahwa Anda tidak kompeten, tetapi dengan mengatasnamakan Rico. Ibarat ingin menampar pipi Anda, dia menggunakan tangan orang lain.

Momen paling krusial dalam menyikapi gosip seperti ini bukanlah setelah mendengar, melainkan saat mendengarnya. Dalam dunia yang ideal, seharusnya Rita memberi tahu Rico untuk menyampaikan langsung kepada Anda. Namun itu tidak terjadi. Yang terjadi, justru Rita menyampaikan kepada Anda.

Ketika Anda secara diam-diam atau eksplisit ingin mendapat akses ke gosip mengenai diri Anda, Anda sudah menjadi bagian dari masalah. Misalnya Anda menanggapi Rita dengan bertanya: “Ah yang benar? Apanya yang kurang kompeten sebagai manajer?” Atau, Anda menyebarkan kepada orang lain bahwa Rico menjelek-jelekkan di belakang Anda.

Bagaimana cara menangani momen ini? Berikut adalah tiga cara yang harus dilakukan ketika orang lain bergosip tentang Anda.

Jangan dengarkan, jika Anda tidak bisa bertindak

Ketika saya melihat percakapan mengarah ke gosip, dengan sopan hentikan orang tersebut dan beri tahu bahwa Anda akan bertindak berdasarkan informasi yang dia berikan. Ini memberi isyarat kepada lawan bicara untuk bertanggung jawab atas ucapannya. Ini juga merupakan sinyal agar lawan bicara memutuskan untuk menghentikan niatan bergosip mengenai Anda.

Kita ambil contoh di atas. Anda dapat merespons Rita dengan mengatakan, “Terima kasih telah memberi tahu saya bahwa Rico melihat saya perlu memperbaiki diriSaya akan diskusikan langsung dengan dia tentang kompetensi yang perlu saya perbaiki. Saya tidak akan menyebut nama Anda kalau dia menanyakan sumber informasinya.

Jika Rita gugup mendengar respons Anda, Anda bisa mengatakan: “Saya akan berbicara dengan Rico dengan cara sendiri. Tetapi kalau Anda ingin memberi tahu Rico kalau sudah menyampaikan pandangannya mengenai saya ke saya, silahkan saja. Saya mungkin tidak perlu ngobrol soal ini dengan Rico.” Kalau Rita memilih tidak bicara dengan Rico, Anda dapat menemui Rico dan ngobrol untuk sekadar menyampaikan pesan bahwa Anda sudah mendengar mengenai pandangannya.

Tentu saja, cara ini ada risikonya. Orang tidak akan berpikir dua kali sebelum berbagi gosip dengan Anda. Anda bisa kehilangan akses ke beberapa informasi. Namun, jika Anda menjalani ini, orang belajar untuk berkomunikasi secara bertanggung jawab dengan Anda. Dan cara komunikasi ini menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

Selesaikan isu isinya lebih dahulu

Dalam setiap gosip, melibatkan dua elemen, yaitu isi dan proses. Isi adalah materi gosipnya, proses adalah menggosipkannya. Secara naluriah, orang akan mempersoalkan proses terlebih dahulu. Dalam contoh di atas, Anda akan mempersoalkan Rico yang menjelak-jelekan Anda di belakang.

Cara yang lebih baik menghadapi gosip adalah fokus pada isi gosipnya terlebih dahulu. Kalau isi gosipnya mengatakan Anda tidak kompeten, Anda bisa introspeksi “jangan-jangan saya memang tidak kompeten”. Namun kalau fokusnya pada Rico yang menggosipkan Anda, respons Anda akan: “Dasar anak masih bau kencur, sudah berani-beraninya merendahkan saya.” Fokus pada isi membawa Anda ke perbaikan diri.

Diskusikan masalah proses

Hanya setelah menjelajahi isi gosip, Anda dapat meminta orang untuk secara produktif meminta pertanggungjawaban cara mereka memberi umpan balik. Dengan rendah hati, lain kali minta mereka menyampaikan pandangan mengenai diri Anda langsung kepada Anda. Demikian pula, Anda juga berjanji untuk memberi pandangan Anda terhadap mereka secara langsung.

Harus diakui, menghadapi gosip dengan tiga cara di atas menjamin akan menghilangkan gosip. Meskipun demikian, cara ini memastikan Anda untuk menjadi bagian dari solusi, bukannya melanggengkan masalah.

Catatan: Tulisan ini bersumber dari karya Joseph Grenny berjudul “How to handle office gossip…its about you” yang dimuat dalan hbr.org. https://hbr.org/2022/08/how-to-handle-office-gossip-when-its-about-you
Image by Yan Krukov at pexels.com


Please Login to Comment.

Need Help? Chat with us