Mau Mencari Pekerjaan Baru? Buang Asumsi Lama

Mau Mencari Pekerjaan Baru? Buang Asumsi Lama

Apakah Anda sedang memikirkan untuk pindah kerja? Niatan ini bisa terjadi karena Anda tidak betah bekerja di tempat sekarang, atau ada peluang bagus di luar sana. Namun, mungkin Anda masih maju mundur untuk melakukannya. Maklum saja, pindah kerja banyak konsekuensinya. Siapa yang menjamin tempat kerja yang baru lebih menyenangkan?

Itulah sebabnya banyak pakar karier yang memberi kita ilmu pindah kerja. Namun dunia telah berubah, terutama setelah pandemi Covid-19. Ada empat nasihat lama yang perlu kita kaji kembali kebenarannya ketika kita ingin pindah kerja.

  • Satu, kalau ingin maju, selalu cari pekerjaan baru di tempat lain. Bekerja seumur hidup di satu perusahaan merupakan cermin kemandegan.
  • Kedua, jangan pindah kerja kalau belum dua tahun kerja di tempat sekarang. Riwayat kerja yang terlalu pendek membuat resume (riwayat kerja) Anda tampak buruk di mata calon pemberi kerja baru.
  • Ketiga, jangan tinggalkan tempat kerja yang sekarang sebelum mendapat tempat kerja baru.
  • Keempat, jangan pindah kalau tidak naik jabatan atau naik gaji.

Mitos 1: Kalau ingin maju, selalu cari pekerjaan baru

Haruskah Anda terus-menerus beralih pekerjaan untuk mendapatkan yang lebih baik? Jawabannya tergantung pada industri atau kondisi ekonomi. Namun, penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan baru tidaklah selalu membawa kebaikan baru.

Satu jajak pendapat menemukan bahwa satu dari lima pekerja yang telah pindah kerja, memimpikan tetap berada di posisi lamanya, dan hanya seperempatnya merasa cukup puas di posisi barunya. Studi lain menemukan bahwa 3/4 orang melaporkan bahwa posisi atau perusahaan barunya ternyata sangat berbeda dari yang diharapkannya dan setengahnya  ingin mendapatkan kembali pekerjaan lama mereka. Jadi tidak ada jaminan bahwa pekerjaan Anda berikutnya akan lebih baik dari pekerjaan Anda saat ini.

Kalau Anda menyukai pekerjaan Anda saat ini, terlepas dari segala kekurangannya, bersyukurlah. Penting untuk terus mempelajari keterampilan baru. Keluarlah dari zona nyaman Anda dan tingkatkan pekerjaan Anda dengan cara apa pun yang bisa dilakukan. Ini merupakan cara untuk mencapai kemajuan, dan kebahagiaan yang lebih besar.

Mitos 2: Jangan pindah kerja kalau belum dua tahun kerja di tempat sekarang. Riwayat kerja yang terlalu pendek membuat resume (riwayat kerja) Anda tampak buruk di mata calon pemberi kerja baru.

Kalau Anda dicap sebagai kutu loncat, apakah akan merusak karier Anda di masa depan? Jawaban singkatnya–tidak. CV Anda akan tetap tampak bagus.

Perusahaan telah telah menerima kenyataan bahwa masa kerja singkat merupakan bagian dari kehidupan modern. Faktanya, sebagian besar pekerja akan meloncat ke pekerjaan/perusahaan lain setelah satu tahun. Milenial sangat rentan sifat ‘mampir kerja’ ini: 70% dari mereka berhenti sebelum dua tahun. Bahkan survei engagement karyawan sebuah perusahaan asuransi besar di Indonesia menunjukkan fakta yang lebih ekstrem lagi: semua pekerja milenial berniat pindah kerja sebelum 2 tahun.

Jadi, kalau Anda benar-benar tidak betah di suatu tempat kerja, tidak usah menunggu menderita sampai 2 tahun untuk mengakhirinya.

Mitos 3: Jangan tinggalkan tempat kerja yang sekarang sebelum mendapat tempat kerja baru

Ini merupakan nasihat yang paling masuk akal. Logikanya, kalau tidak ada jaminan akan mendapatkan pekerjaan baru, mengapa yang ada di tangan harus dilepas?

Menurut Priscilla Lehman, seorang coach karier, ada dua skenario di mana Anda harus meninggalkan pekerjaan, bahkan ketika belum ada pekerjaan baru yang akan diperoleh. Pertama, ketika Anda yakin sesuatu yang ilegal atau tidak etis sedang terjadi di tempat kerja. Kedua, pekerjaan saat ini berdampak negatif pada kesehatan fisik maupun psikologis.

Mungkin Anda khawatir dengan nasib yang lebih buruk apabila di CV Anda ada periode ‘menganggur”. Sekarang tidak lagi menjadi masalah, yang penting Anda bisa menjelaskan alasannya pada calon pemberi kerja baru. Sekarang sudah lumrah tidak bekerja formal.

Mitos 4: Jangan pindah kerja kalau tidak naik jabatan atau naik gaji

Pikiran ini juga logis: “Untuk apa susah-susah pindah kerja kalau dapatnya segitu-gitu juga”.  Inilah model pertumbuhan karier tahun 1980-an. Sekarang semua organisasi menjadi lebih datar, tidak banyak jenjang untuk naik posisi. Anda akan kerdil kalau tetap di satu posisi bertahun-tahun. Anda perlu bergerak, tidak harus vertical, tetapi lateral atau horizontal.

Penelitian membuktikan bahwa di atas jumlah dasar tertentu, lebih banyak uang dan gelar tidak membuat orang lebih bahagia. Jadi, alih-alih mengejar lebih banyak uang, gengsi, atau tanggung jawab, cobalah mencari nilai-nilai yang lebih penting, seperti lebih banyak otonomi, lebih kaya batin, lebih banyak teman, dan memiliki keseimbangan hidup lebih tinggi.

Nah, masih bingung mau pindah kerja? Renungkan kembali empat nasihat di atas.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=LLCsmLjUZNA&t=217s


image by iStock.com

Please Login to Comment.

Need Help? Chat with us