Mengembangkan Kekuatan Mental

Mengembangkan Kekuatan Mental

Seperti halnya kesehatan fisik, kesehatan mental merupakan dasar kebahagiaan dan kesuksesan hidup. Secerdas apa pun seseorang, kalau bemental lemah maka sulit untuk maju. Orang bermental kuat memiliki ciri percaya diri yang tinggi, tenang, dan realistis. Sebaliknya, orang yang lemah mental mudah putus asa, gelisah, gampang tersinggung, dan tidak realistis.  

Perlu diketahui, orang yang bermental kuat tidaklah sama dengan bertindak seolah-olah tangguh. Orang berpura-pura bermental kuat, sering tidak mau memikirkan kegagalan. Orang yang secara ektrem berpikir positif, misalnya, cenderung mengabaikan aspek negatif dari segala upaya.

“Kalau kita berpikir positif, semuanya akan menjadi baik-baik saja,” begitu cara berpikir orang yang bermental kuat semu.

Sebaliknya, orang yang bermental baja sejati mengakui bahwa dalam setiap upaya selalu ada kemungkinan gagal. Namun dia meyakini ketika kegagalan itu terjadi, dia mampu melewatinya. Keyakinan semacam ini yang membuat orang memiliki keinginan kuat untuk maju dan tidak takut menghadapi risiko. Sebagai contoh sederhana, ketika Anda ingin mendapat promosi, Anda bekerja keras mencapai target dan meminta atasan untuk dipromosikan. Ketika Anda sudah mencapai target dan atasan tidak bisa memenuhi permintaan Anda, Anda tidak sakit hati atau putus asa.

Kekuatan mental adalah kemampuan seseorang menerima tekanan psikologis, mulai dari kritikan, celaan, sampai peristiwa-peristiwa besar, seperti kehilangan pekerjaan atau kehilangan orang yang dicintai. Dan kabar baiknya, semua orang memiliki kekuatan mental pada kadar tertentu. Kabar baiknya lagi, kekuatan mental bisa dilatih. Berikut ini adalah tiga latihan untuk mengembangkan kekuatan mental.

  • Mengatasi kecemasan

Rasa cemas dapat dikenali dari gejala fisik, seperti berkeringat, debaran jantung lebih keras, helaan nafas, sakit perut, dan sebagainya. Kalau Anda mengalami gejala seperti itu, berarti Anda sedang dalam cengkeraman kecemasan. Bagaimana untuk mengatasinya?

Pertama, sadari bahwa Anda sedang cemas. Tanpa penyadaran diri, kecemasan akan berubah menjadi panik yang membuat gagal membawa respons yang benar pada keadaan yang dihadapi.

Kedua, kenali sumber rasa cemas. Rasa cemas biasanya datang dari konsekuensi negatif atau risiko. Misalnya Anda mendengar informasi perusahaan akan melakukan PHK besar-besaran. Anda menjadi begitu takut akan kehilangan pekerjaan.

Ketiga, merencanakan respons. Dalam contoh informasi mengenai perusahaan akan melakukan PHK besar-besaran, misalnya, Anda dapat menghubungi teman-teman dekat yang mungkin membutuhkan tenaga Anda, membuat CV terbaru, memeriksa tabungan, dan sebagainya.

Kekuatan mental akan terbangun, ketika Anda rajin berlatih mengatasi rasa cemas semacam ini. Anda harus menghindari rasa cemas yang berubah menjadi panik, stres, atau depresi.

  • Menjalani tantangan-tantangan kecil

Setiap dari kita memiliki momok yang menjadi kendala untuk maju, misalnya tidak berani bicara di depan umum, cemas menemui orang baru, atau takut mengambil tugas baru. Mulai sekarang, identifikasi berbagai kendala tersebut, kemudian buat target untuk menjalaninya. Sebagai contoh Anda kesulitan untuk berbicara di depan umum. Buat target dalam setiap pertemuan untuk menjadi orang yang mengambil kesempatan bicara. Atau kalau Anda kesulitan untuk berbicara dengan orang asing, cobalah buat target untuk berkenalan dengan orang baru setiap menghadiri event.

Kalau selama ini Anda sulit menolak permintaan orang lain, cobalah berlatih untuk itu. Kalau ada permintaan yang merugikan Anda, tolaklah. Kalau yang meminta terus merajuk dan mendesak, bertahanlah untuk menolak. Anda sedang berlatih kekuatan mental.

Untuk melatih kekuatan mental, Anda juga dapat memasuki daerah baru yang belum dikenal sama sekali, melakukan hal-hal baru, seperti naik gunung, melewati hutan di malam hari, dan sebagainya. 

  • Berpikir dan berperilaku secara berbeda

Salah satu ciri lemah mental adalah takut dikritik. Orang yang takut dikritik cenderung mengikuti cara berpikir dan berperilaku orang lain pada umumnya. Mulai sekarang, cobalah berpikir dan berperilaku secara berbeda.

Kalau Anda menghadapi masalah, cobalah cari pemecahan dengan cara yang tidak lumrah. Namun Anda juga bisa berlatih dengan cara yang lebih sederhana, misalnya berpakaian yang agak nyleneh. Baru-baru ini ada seorang camat di Payakumbuh diberhentikan dari jabatannya gara-gara mengikuti gaya Citayam Fashion Week. Terlepas dari segala kontroversinya, ini merupakan contoh latihan kekuatan mental yang baik.

Lakukan latihan ini secara terus-menerus, tanpa terasa mental Anda menjadi lebih kuat. Bukan saja akan ada banyak keinginan dan tujuan yang bisa dicapai, tetapi hidup Anda juga menjadi lebih bahagia. Selamat mencoba!


image by Gerd Altmann at pixabay.com

Please Login to Comment.

Need Help? Chat with us