Ketakutan Tidak Beralasan

Ketakutan Tidak Beralasan

Semua orang memiliki rasa takut ketika menghadapi sesuatu yang tidak diketahuinya. Itulah sebabnya ketidakpastian terasa menegangkan, melelahkan, bahkan melemahkan. Apakah saya akan mendapatkan jabatan itu? Apakah tabungan saya cukup untuk bekal mencari pekerjaan baru? Apakah atasan baru saya peduli terhadap saya? Tidak jarang orang susah tidur untuk menjawab pertanyaan atas ketidakpastian yang dihadapinya.

Namun, coba ingat-ingat kembali prestasi yang pernah Anda raih yang paling dibanggakan. Saya berani bertaruh, untuk sampai ke posisi tersebut Anda harus menghadapi ketidakpastian yang membuat Anda sangat tertekan, tetapi Anda terus maju untuk mencapainya.

Ketidakpastian tidak harus melumpuhkan kita. Kita semua bisa mengelola ketidakpastian dan memberdayakan diri untuk melangkah dengan percaya diri menghadapi, menjalani, dan memanfaatkan kesempatan yang diberikannya.

Caranya? Ikuti empat prinsip berikut ini:

1. Lihat situasi dengan sudut pandang baru.

Kebanyakan orang menghindari kerugian. Setiap inovasi, setiap perubahan, setiap transformasi— pribadi atau profesional—selalu disertai dengan potensi keuntungan dan kerugian. Dan meskipun kebanyakan dari kita secara naluriah fokus pada kerugian, dengan kita menggeser fokus ke aspek keuntungan akan mengurasi rasa takut kita.

Menggeser fokus pada aspek keuntungan akan menimbulkan rasa tenang, serta membangkitkan semangat dan keberanian. Rasa tenang akan membantu kita membuat keputusan yang jernih, sedangkan keberanian dan semangat mendorong kita untuk segera bertindak.

Perlu dicatat, ini bukan berarti kita bertindak sembrono dengan mengambil risiko secara membabi buta. Risiko tetap harus dihitung secara matang, tetapi bukan untuk dihindari.

2. Berlatih menghadapi risiko baru.

Semua inovator yang berhasil, memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap banyak hal. Dengan dorongan rasa penasaran, mereka membiasakan diri menghadapi ketidakpastian. Untuk menguasai keterampilan ini, Anda dapat berlatih melalui kebiasaan kecil hingga proyek-proyek besar. Kebiasaan kecil misalnya, Anda mengambil rute yang selalu berbeda ketika menuju ke atau pulang dari kantor. Mengambil posisi duduk yang berbeda-beda setiap kali mengikuti rapat dan sebagainya.

Anda juga perlu berlatih mengambil tantangan yang lebih besar seperti menjelajah wilayah baru atau menemui orang-orang baru. Di pekerjaan, Anda bisa mencoba proyek-proyek yang belum pernah Anda jalani. Tidak ada salahnya kalau Anda beralih ke karier baru. Dengan cara seperti ini, Anda akan terbiasa dan bisa berpikir jernih di tengah ketidakmenentuan.

3. Lakukan sesuatu segera.

Mengambil tindakan merupakan langkah paling penting saat kita menghadapi ketidakpastian. Terobosan-terobosan besar bermula dari langkah-langkah kecil. Anda tidak perlu over thinking dalam keadaan serba tidak pasti. Cukup tentukan arah, kemudian ambil tindakan sederhana. Tidak perlu berpikir terlalu rumit dan ingin melakukan semua hal.

Seringkali terjadi, dengan mengambil tindakan, muncul gagasan-gagasan segar untuk menyelesaikan masalah atau mengambil peluang. Yang penting, tindakan yang Anda lakukan bermanfaat untuk mencapai tujuan. Bukan melarikan diri dari kenyataan.

4. Jaga diri.

Ketidakpastian selalu menimbulkan stres. Untuk itu, tingkatkan daya tahan diri Anda, baik secara mental maupun fisik. Secara mental, Anda dapat mengambil pendekatan berpikir positif, penuh rasa syukur (bukankah sampai saat ini Anda masih baik-baik saja?), dan fokus pada berbagai peluang keuntungan yang bisa diraih. Secara fisik, Anda harus makan dengan asupan nutrisi yang baik, olah raga, olah rasa, dan istirahat yang cukup.  [M]


Catatan: Artikel ini diinspirasi dari karya Nathan Furr and Susannah Harmon Furr, “How to overcome your fear over unknown” yang dimuat dalam Harvard Business Review, July-August 2022.
Photo by Gerd Altmann at Pixabay

Please Login to Comment.

Need Help? Chat with us