Menjadi Ahli

Menjadi Ahli

“Saya tidak tahu apa jadinya tanpa dia,” kata seorang pimpinan mengapresiasi seorang karyawannya yang selalu berhasil membantu menyelesaikan pekerjaan secara gemilang. Pujian semacam ini diberikan karena hanya sedikit, bahkan mungkin satu-satunya, orang yang dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik. Karyawan tersebut dinamakan ahli.

Dalam konteks ini, apa yang dimaksud ahli? Ahli di sini bukanlah gelar akademik. Ahli di sini juga bukan posisi struktural. Ahli yang dimaksud di sini adalah orang yang memiliki apa yang disebut sebagai ‘kecerdasan mendalam’, yaitu gabungan pengetahuan, pengalaman, plus kecerdasan pada bidang tertentu. Mereka memiliki cara berpikir yang terampil, membuat keputusan, dan berperilaku yang mengarah pada kesuksesan secara konsisten. Di perusahaan, para pakar ini dapat berwujud sebagai tenaga penjualan top, ahli teknis, manajer risiko, pemecah masalah operasional, ahli penyelenggara event,  atau ahli negosiasi penjualan.

Apa manfaat menjadi ahli? Pertama, ahli dapat memberi kontribusi yang tinggi bagi perusahaan sehingga memiliki nilai jual yang tinggi pula. Kedua, ahli merupakan aset yang langka. Kalau Anda menjadi ahli, sulit untuk digantikan orang lain. Ketiga, bagi perusahaan, ahli menjadi salah satu penopang keberhasilan perusahaan.

Anda tertarik untuk menjadi ahli? Mungkin di dalam benak Anda terbersit beberapa ucapan negatif:  “Bagaimana bisa karyawan biasa saya menjadi ahli?”, “Tidak mungkin orang dengan pendidikan rendah menjadi ahli”. “Menjadi ahli butuh waktu bertahun-tahun, saya keburu pensiun.”

Dari hasil observasi di lapangan, ditemukan banyak ahli yang tidak memiliki pendidikan formal terkait langsung dengan keahliannya. Sebagai contoh, banyak penulis yang tidak mengikuti pendidikan formal sastra. Tidak sedikit ahli pemasaran yang merupakan lulusan fakultas teknik. Hampir semua keahlian dibangun dari minat besar dan ketekunan belajar tiada berhenti.

Masih tertarik menjadi ahli?  Ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Tentukan bidang keahlian.

Anda tidak bisa menjadi ahli dalam banyak bidang. Pilih salah satu. Anda bisa mempelajari bidang-bidang lain untuk memperkuat bidang keahlian Anda. Tetapi, pilih satu saja bidang keahlian tersebut. Lalu bagaimana memilihnya?

Pertama, pilih bidang yang Anda suka. Anda harus punya gairah pada bidang tersebut. Dengan demikian, Anda akan menjalankan bidang tersebut dengan senang.

Kedua, pilih bidang yang menjadi kekuatan Anda. Dengan bidang yang menjadi kekuatan, Anda bisa mengembangkan diri secara optimal.

Ketiga, pilih bidang yang dibutuhkan oleh industri.

2. Berguru kepada ahlinya.

Bergurulah kepada ahlinya, baik di dalam perusahaan Anda maupun dari sumber luar. Beberapa perusahaan menyediakan program knowledge sharing dan mentoring. Ikuti program tersebut. Kalau tidak ada, Anda bisa belajar dari ahli tersebut secara informal.

3. Mengikuti pelatihan dan seminar.

Anda dapat memperdalam keahlian Anda dengan mengikuti pelatihan dan seminar. Sekarang pelatihan bisa dilakukan secara daring, dan tidak sedikit pula yang gratis. Anda tinggal pilih yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

4. Bergabung dengan asosiasi profesi.

Pengalaman praktik tidak bisa diperoleh secara optimal hanya melalui pelatihan. Dengan bergabung pada asosiasi profesi, Anda bisa mendapat pengalaman praktik dari berbagai sumber. Untuk memperoleh manfaat optimal, sebaiknya Anda juga berkontribusi pada asosiasi ini, baik sebagai pengurus atau pemberi materi pada berbagai pertemuan yang diselenggarakan.

Keahlian dibentuk melalui praktik dan belajar secara konsisten. Oleh karena itu, untuk membangun keahlian, Anda membutuhkan fokus. [M]

Catatan: Tulisan ini dikembangkan dari berbagai sumber.
Foto: Gerd Altman di Pixabay

Please Login to Comment.

Need Help? Chat with us