Menjual Diri dalam Wawancara

Menjual Diri dalam Wawancara

Anda mendapat panggilan wawancara kerja? Alhamdulillah. Dengan persiapan yang benar dan teknik yang tepat, Anda dapat menguasai wawancara kerja apa pun. Berikut beberapa tip dan trik yang terbukti ampuh mulai dari persiapan, berperilaku, dan berbicara dalam wawancara Anda, dan apa yang harus dikatakan setelah wawancara selesai.

1. Siapkan jawaban pertanyaan mengenai riwayat kerja

Pewawancara ingin memahami keterampilan dan pengalaman kerja Anda. Baca resume Anda beberapa kali untuk memastikan bahwa Anda dapat menjelaskan semuanya secara meyakinkan. Anda harus siap menceritakan peran secara detail pada setiap jabatan yang pernah dipegang, prestasi yang diraih, serta keterampilan yang Anda peroleh dan gunakan.

2. Pelajari perusahaan tersebut sebelum wawancara

Pemahaman terhadap perusahaan menunjukkan kepada pewawancara bahwa Anda benar-benar tertarik pada perusahaan tersebut. Pelajari visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan. Apa saja bisnisnya, klien dan pesaingnya, serta tren dan perkembangan industrinya.

3. Siapkan contoh pekerjaan Anda sebelumnya

Pewawancara senang melihat dan mendengar tentang keberhasilan dan pencapaian nyata. Tunjukkan portofolio pekerjaan Anda yang sesuai dengan pekerjaan yang Anda lamar. Bersiaplah dengan jawaban rinci mengenai pencapaian yang Anda tulis dalam portofolio.

4. Pilih pakaian yang sesuai

Rencanakan pakaian yang akan Anda kenakan saat wawancara. Pakaian akan menjadi salah satu kesan pertama yang ditangkap pewawancara, jadi pastikan Anda memikirkannya dengan baik. Terlepas dari jenis pekerjaannya, Anda harus berpakaian rapi dan tidak pernah terlalu santai.

5. Gunakan bahasa tubuh yang meyakinkan

Sebagian besar komunikasi dilakukan melalui bahasa tubuh. Jaga bahu Anda tegak dan tidak mengangkat kaki saat duduk. Jaga tangan Anda di sisi Anda dan beri isyarat saat Anda berbicara seperti biasa. Pertahankan kontak mata dan senyum saat Anda berbicara dengan pewawancara.

6. Batasi jawaban Anda menjadi 2-4 poin utama

      HaI ini menarik perhatian pewawancara dan membuat jawaban Anda tetap fokus. Dengarkan pertanyaan pewawancara dengan seksama, lalu mulailah jawaban Anda dengan 1 pernyataan utama yang langsung menjawab pertanyaan tersebut. Lanjutkan dengan 2-3 poin pendukung.

      Misalnya, jika pewawancara bertanya, “Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?” Katakan: “Pengalaman saya selama bertahun-tahun di industri perangkat lunak menjadikan saya kandidat terbaik untuk pekerjaan ini.” Kemudian, lanjutkan dengan mengatakan: “Saya menghabiskan 5 tahun terakhir bekerja untuk perusahaan pengembangan perangkat lunak teratas di kota ini, dan sebelumnya saya bekerja dengan 2 startup yang sukses untuk marketplace.”

7.  Sampaikan kontribusi yang bisa Anda berikan kepada perusahaan

      Sampaikan keterampilan khusus yang membantu Anda memberi nilai tambah dalam pekerjaan Anda sebelumnya. Jelaskan apa yang dapat Anda lakukan dengan keterampilan tersebut pada pekerjaan yag Anda lamar.

8.  Jelaskan secara rinci keunggulan Anda

      Pewawancara ingin mengetahui keuanggulan Anda secara spesifik untuk menjalankan tugas dan peran pada pekerjaan yang Anda lamar. Oleh karena itu, beri penjelasan yang spesifik. Hindari kata yang terlalu umum “kolaboratif” atau “dinamis”. Anda bisa mengatakan, “Saya bekerja sama dengan baik dengan bagian pemasaran, keuangan, dan produksi selama menjadi tenaga penjual. Kalau saya bekerja di sini, saya dapat bekerja bersama dengan bagian-bagian tersebut untuk bersama-sama mencapai target yang telah ditetapkan.“

9. Ajukan pertanyaan untuk menunjukkan keterampilan berpikir kritis

      Pewawancara bukan hanya mencari kandidat yang dapat menjawab pertanyaan, tetapi juga yang mampu mengajukan pertanyaan bermutu. Buatlah daftar pertanyaan tentang perusahaan dan pekerjaan Anda lamar. Ajukan pertanyaan terkait ucapan pewawancara, bila perlu diperdalam.

10. Bicaralah secara positif mengenai perusahaan dan atasan tempat Anda bekerja sebelumnya

Komentar negatif tentang bos atau pekerjaan sebelumnya terlihat tidak profesional. Jangan mengeluh tentang atasan Anda sebelumnya kepada pewawancara. Perilaku semacam itu tampak tidak dewasa dan tidak produktif. Sebaliknya, berbicaralah tentang masa depan. Sampaikan apa yang telah Anda pelajari dari atasan Anda sebelumnya dan betapa bersemangatnya Anda untuk memulai upaya baru.

11. Ucapkan terima kasih kepada pewawancara untuk menunjukkan minat Anda

Ketika wawancara, ucapkan terima kasih. Setelah berada di rumah, Anda dapat menindaklanjutinya mengirim ucapan terima kasih kepada pewawancara melalui e-mail atau pesan langsung di LinkedIn.

Foto oleh Tima Miroshnichenko dari Pexels

Please Login to Comment.

Need Help? Chat with us