Mengundurkan Diri Tanpa Pekerjaan Cadangan

Mengundurkan Diri Tanpa Pekerjaan Cadangan

Tidak ada orang yang ingin mengundurkan diri tanpa pekerjaan cadangan. Jelas ini bukan pengunduran diri untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Ini juga bukan pengunduran diri karena perusahaan tidak menyukai Anda. Ini juga bukan karena perusahaan tempat Anda bekerja bangkrut. Anda harus melepas pekerjaan tersebut karena memang harus melepaskannya.

Ada dua alasan mengapa Anda harus melepaskan suatu pekerjaan, bahkan ketika tidak ada pekerjaan lain yang disiapkan. Pertama, ketika tempat Anda bekerja melakukan tindakan ilegal atau tidak etis yang berdampak buruk pada diri Anda. Kedua, pekerjaan tersebut berdampak negatif pada kesehatan dan kehidupan Anda di luar pekerjaan.

Mari kita ambil contoh. Andi (bukan nama sebenarnya) bekerja pada sebuah perusahaan logistik sebagai manajer penjaminan mutu. Sebagai salah satu perusahaan yang memasok bahan makanan, perusahaan wajib bersertifikasi halal. Perusahaannya telah mendapatkan sertifikasi itu.

Andi tahu bahwa menurut prosedur, barang halal tidak boleh dicampur dengan barang nonhalal dalam pengiriman. Akan tetapi dia menemukan beberapa bahan makanan yang dikirim ke restoran dan hotel dicampur antara yang halal dengan yang nonhalal. Andi telah menyampaikan temuannya tersebut kepada manajer transportasi, tetapi sang manajer menyuruhnya untuk diam.

“Ini demi efisiensi,” kata sang manajer transportasi. Manajer transportasi tersebut juga mengatakan bahwa CEO sudah mengetahuinya.

Karena alasan itulah Andi memutuskan untuk mundur, meskipun belum tahu harus bekerja apa lagi. Sebagai guru ngaji di lingkungan tempat tinggalnya, temuan tadi membuat batinnya tidak tenang. Dia tidak bisa meneruskan pekerjaannya sebagai QC di perusahaan logistik.

Sekarang bagaimana cara meninggalkan pekerjaan tersebut secara baik-baik?  

Buatlah rencana. Susun rencana bagaimana cara mengundurkan diri, kepada siapa meminta pengunduran diri, dan kapan dilakukan. Tandai tanggal yang tepat di kalender. Tentukan juga siapa saja yang perlu segera diberitahu pengunduran tersebut.

Dapatkan referensi. Sebaiknya dapatkan tiga referensi bagus untuk pekerjaan Anda, yaitu atasan, rekan kerja, dan klien. Namun, kalau tidak memungkinkan, paling tidak satu referensi, yaitu atasan.

Tulis surat pengunduran diri secara singkat. Dalam surat, masukkan pujian (compliment) dan kredibilitas perusahaan. Sampaikan surat secara pribadi kepada atasan dan bagian SDM secara langsung. Pastikan untuk tidak menyalahkan siapa pun, termasuk diri sendiri.

Ikhlaskan. Begitu Anda mengundurkan diri, ikhlaskan semua yang sudah lewat. Inilah hari pertama karier baru Anda.

Catatan: Tulisan ini diadaptasi dari “When you should quit your job without having another one lined up” karya Priscilla Calman, yang dimuat dalam HBR.org, 9 Juni 2017.
Foto: Robin Higgins di pixabay

Please Login to Comment.

Need Help? Chat with us