Membentuk Karier Baru

Membentuk Karier Baru

Masih ingat ketika masih kecil ditanya orang tua, “Besok kalau besar mau jadi apa?” Biasanya kita akan menjawab dengan karier yang populer di zamannya. Dulu mungkin kita menjawab: dokter, pilot, pengusaha, tentara, atau insinyur. Sekarang anak-anak akan menjawab: Youtuber, gamer, programer, selebriti, dan sebagainya. Mereka memberi jawaban secara spontan, sesuai keinginan dan impiannya saja.

Ketika awal memasuki dunia kerja, impian itu kita simpan. “Yang penting kerja dulu”, begitu alasan yang kita kemukakan. Sampai suatu ketika kita memasuki masa kemapanan karier, pertanyaan itu muncul kembali. Saya ingin menjadi apa? Mungkin selama perjalanan hidup Anda memiliki aspirasi karier yang baru. Kalau Anda memasuki masa pertengahan karier (di usia 40-an) pernahkah Anda berpikir untuk mengejar karier impian, baik yang lama maupun yang baru?

Seorang teman, pada saat mencapai posisi direktur sebuah grup farmasi besar, tiba-tiba ingin berkebun. “Sejak remaja, saya mengimpikan untuk memiliki kebun buah dan sayur yang sangat luas. Ingin menanaminya dan merawatnya menjadi kebun yang indah dan menghasilkan buah dan sayur segar yang melimpah.” Teman saya ini tidak main-main, segera meletakkan jabatan dan mewujudkan impiannya tersebut.

Mungkin Anda bertanya, mengapa menunggu sampai mapan? Saat mapan kita biasanya jenuh dengan rutinitas. Impian masa lalu, ataupun baru, merupakan inspirasi untuk menumbuhkan karier yang lebih menantang dan menyenangkan. Nah, kalau Anda ingin hidupnya lebih bergairah, cobalah membantuk karier baru. Reimagine your career.

Berikut adalah cara menemukan dan mengembangkan karier impian Anda.

1. Kembangkan cara berpikir dan sikap wirausaha

Anda dapat menemukan karier yang menggairahkan dengan cara mengembangkan cara berpikir dan bersikap layaknya wirausaha. Inti dari wirausaha adalah kemampuan menangkap peluang, dan berani mengambil risiko untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Ambil contoh, Anda sedang berjalan-jalan di daerah wisata dan menemukan banyak orang yang mencari tempat makan yang nyaman. Di situ sudah banyak warung, tetapi pengunjung merasa tidak nyaman. Melihat peluang tersebut, Anda mungkin bergairah untuk menjadi pengusaha restoran yang nyaman.

Akan tetapi saya tidak punya pengalaman, modal, dan pengetahuan? Untuk saat ini, tidak masalah. Ingat waktu masih kecil dan ingin menjadi dokter? Anda tidak perlu berbicara mengenai kecerdasan, sekolah dan biaya sekolah. Pokoknya “saya ingin”. Namanya juga reimagined.

2. Percaya diri

Untuk mengejar karier baru impian, Anda harus percaya diri. “Saya pasti bisa”. Gunakan semua yang Anda miliki untuk meyakinkan bahwa Anda dapat menjalani karier impian tersebut. Ini bukan semangat membabi buta, tetapi dengan menggunakan semua potensi yang dimiliki. Anda mungkin memiliki pengalaman, teman, uang, atau pengetahuan dan keterampilan yang terkait. Gunakan semua, karena nanti Anda akan menemukan garis-garis penghubung di antara titik-titik tersebur sehingga membentuk pola karier Anda.

3. Terus belajar

Karena ini karier impian, yang belum pernah Anda jalani, maka Anda harus banyak belajar. Pelajari semua ilmu, pengetahuan, keterampilan, dan kembangkan jejaring untuk mendukung karier impian ini. Kalau Amda ingin menjadi musisi, selain harus belajar mengenai teknik bermain musik, Anda juga perlu mempelajari beragam alat musik, pengetahuan musik daerah, membaca buku biografi musisi terkenal. Dan yang lebih penting lagi, Anda harus membuka jejaring dengan musisi-musisi lain.

4. Terus memperbaiki

Karier impian perlu ketekunan. Apa pun yang sudah dicapai pada karier saat ini, Anda harus terus melakukan peningkatan. Peningkatan berkelanjutan tersebut dapat berupa perbaikan mutu, perbaikan produk, perbaikan pelayanan, dan sebagainya.

5. Temukan diri Anda yang baru

Karier sejati adalah totalitas. Untuk menjalani karier baru, bukan hanya kariernya yang bertransformasi, tetapi juga orangnya. Sikap, cara berpikir, dan perilaku Anda perlu berubah menyelaraskan dengan karier baru tersebut.


Catatan: Tulisan ini diinspirasi oleh karya Jeff Gothelf, “How to Reimagine a Second Half, of Your Career”, dalam Harvard Business Review, Spring 2021 Special Edition.
Foto oleh Artem Podrez dari Pexels

Please Login to Comment.

Need Help? Chat with us