Membangun Kembali Personal Brand

Membangun Kembali Personal Brand

Dalam ilmu pemasaran, semua produk akan melewati siklus hidup: pengembangan, pertumbuhan, kematangan, dan penurunan. Untuk memperpanjang siklus hidup, sebelum memasuki masa kematangan, pemilik produk akan memperbaruinya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pasar. Agar pasar menerimanya, pembaruan disertai dengan rebranding.

Demikian pula dengan karier Anda. Kalau Anda merasa karier Anda mandeg, jangan-jangan keterampilan dan kompetensi Anda tidak lagi relevan dengan kebutuhan zaman. Inilah saatnya Anda untuk memperbarui karier dan memperbarui merek (rebranding) diri Anda. Berikut ini lima Langkah yang dapat Anda Ambil.

Tetapkan merek baru yang diinginkan

Personal rebranding sebenarnya tidaklah sederhana. Mengapa? Karena dalam diri Anda sudah melekat brand lama. Oleh karena itu, Anda harus menetapkan terlebih dahulu personal brand yang ingin Anda bangun. Misalnya sekarang Anda dikenal sebagai ahli keuangan, Anda ingin membangun mereka baru sebagai ahli merger dan akuisisi. Atau, Anda sebelumnya seorang penulis buku biografi, Anda ingin menjadi penulis sustainability report.  

Bagaimana cara menemukan kembali karier? Kenali kebutuhan pasar. Anda bisa mengikuti perkembangan kebutuhan tenaga kerja di situs pencarian kerja, membaca jurnal tentang tren karier, atau memanfaatkan jejaring pertemanan. Kenali kebutuhan baru pasar yang bisa dipenuhi dengan kompetensi dan kemampuan Anda.

Tetapkan Keunikan yang Anda Tawarkan

Untuk membedakan diri dari ‘pesaing’, Anda harus menetapkan keunikan dan keunggulan yang ditawarkan. Unique proposition selling yang diingat orang mengenai diri Anda. Anda perlu menetapkan keistimewaan diri Anda.

Kalau Anda memilih untuk menjadi konsultan merger dan akuisisi, misalnya, Anda bisa menetapkan keunikannya pada solusi lengkap. Anda mampu menyelesaikan pekerjaan mulai dari due diligent, negosiasi, sampai merger. Anda membereskan dari semua aspek, mulai keuangan, hukum, dan komunikasi. Apabila Anda menawarkan menjadi penulis sustainability report, misalnya, Anda bisa menyajikan pengukuran dampak yang akurat, serta menyajikannya dalam laporan yang efektif, efisien, serta estetis.

Membuat Narasi Transisi Merek

Merek adalah janji terhadap pelanggan. Anda harus bisa meyakinkan bahwa karier baru Anda bisa memberi manfaat bagi pelanggan. Untuk dapat memberi manfaat, Anda harus memiliki kompetensi dan kemampuan. Kalau Anda semula berkarier sebagai fotografer kemudian berniat menjadi pelukis, itu bukan rebranding, tetapi beralih karier. Anda melakukan rebranding kalau semula menjadi fotografer jurnalistik, misalnya, kemudian ingin menjadi fotografer khusus makanan.

Dalam peralihan ini Anda perlu membuat narasi transisi, untuk memperkuat merek baru pribadi Anda. Dalam karier fotografi khusus makanan tadi, Anda bisa menjelaskan basis keahlian fotografi yang kuat menjadikan Anda fotografer makanan yang hasilnya artistik dan mengundang selera.

Memperkenalkan Diri

Langkah berikutnya adalah memperkenalkan diri sebagai “orang baru”. Memang selama ini Anda sudah sangat dikenal, tetapi dengan profesi lamanya. Mungkin Anda selama ini dikenal sebagai profesional HR yang konvensional, sekarang Anda perlu memperkenalkan diri kepada publik sebagai ahli people analytics. Sebelumnya Anda mungkin dikenal sebagai penulis akademis, sekarang Anda perlu memperkenalkan diri sebagai penulis korporat.

Buktikan Janji Anda

Merek adalah janji. Orang menggunakan atau meng-hire Anda karena janji yang Anda tawarkan. Sekarang saatnya Anda membuktikan janji-janji merek tersebut. Buktikan kehebatan Anda sebagai, misalnya, ahli merger dan akuisisi, penulis sustainability report, atau fotografer kuliner. Kemampuan Anda membuktikan janji-janji tersebut, menjadi kunci sukses brand baru Anda.


Catatan: Tulisan ini diinspirasi dari karya Dorie Clark, “Reinventing Your Personal Brand” yang dimuat dalam Harvard Business Special Issue, Spring 2021 Edition.
Photo by Gerd Altmann at Pixabay

Please Login to Comment.

Need Help? Chat with us