Pekerjaan dalam Bahaya? Ini yang Harus Anda Lakukan

Pekerjaan dalam Bahaya? Ini yang Harus Anda Lakukan

Pekerjaan Anda aman-aman saja? Beruntunglah. Namun, saya pesan, jangan pernah merasa terlalu aman, apalagi nyaman dengan pekerjaan sekarang. Pandemi Covid-19 mengajari kita hal tersebut. Krisis dapat datang tidak terduga.

Sebenarnya, sering tanda-tanda ancaman terhadap pekerjaan dan karier tampak begitu nyata. Misalnya, perusahaan sedang dalam proses diakuisisi oleh perusahaan lain. Siapa yang menjamin Anda akan tetap dipekerjakan oleh perusahaan baru itu? Pendapatan perusahaan menurun. Perusahaan melakukan divestasi. Beberapa gejala itu bahkan bisa bersifat pribadi, misalnya berkonflik dengan atasan. Bagaimanapun, penting untuk mengenali sasmita/isyarat hadirnya ketidakberesan sebelum semuanya terlambat.

Pertanyaannya adalah: jika Anda berada dalam ‘bahaya’, maukah mengambil tindakan proaktif? Sering terjadi, ketika menghadapi bahaya karier, orang menjadi stres. Hanya bingung dan tidak melakukan apa pun. Beberapa orang bahkan bersikap pasrah. “Bagaimana nanti saja,” begitu cara berpikir mereka.

Berikut ini adalah beberapa saran yang dapat Anda ikuti ketika karier/pekerjaan Anda dalam risiko.

Bangun jaringan yang luas

Kesalahan terbesar ketika orang masih bekerja adalah gagal mengembangkan jejaring. Pergaulannya hanya terbatas pada lingkungan kecil. Misalnya hanya di departemen dalam perusahaannya saja. Mereka tidak menjalin dalam jejaring profesional. Kalau Anda seorang sales, sebaiknya menjalin hubungan dengan sesama sales dari banyak perusahaan dan aktif dalam organisasi profesi sales. Sebagai sales person, tentu banyak berhubungan dengan pelanggan. Jalin hubungan yang erat dengan mereka. Anda juga perlu aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan.

Jaringan yang juga sangat penting ketika Anda dalam krisis adalah keluarga dan sahabat. Jadi pererat hubungan Anda dengan keluarga inti maupun keluarga besar dan dengan teman-teman.

Ketika ada bahaya yang mengancam pekerjaan Anda, manfaatkan jejaring tersebut. Hubungi mereka, tanyakan mengenai kemungkinan Anda bekerja di perusahaan/organisasi mereka. Kalau Anda memliki hubungan yang baik dalam jejaring tersebut, Anda tidak akan kesulitan menemukan peluang untuk mendapatkan alternatif pekerjaan baru.

Peluang tersebut mungkin datang dari departemen lain dalam perusahaan Anda sekarang ini. Namun, dengan pergaulan yang luas, mungkin Anda akan ‘ditarik’ ke pekerjaan yang sama di perusahaan lain. Bahkan seorang sahabat mungkin akan memberi pekerjaan yang benar-benar berbeda dengan pekerjaan sekarang, karena mereka mengenali dan mempercayai Anda.

Cari nasihat

Saat pekerjaan terancam, Anda tidak dapat berpikir jernih. Anda membutuhkan dukungan dari orang-orang yang bisa dipercaya. Di sinilah jaringan luas yang telah dikembangkan itu bermanfaat.

Anda bisa mendatangi teman satu profesi, dan meminta informasi serta nasihat mengenai peluang-peluang yang terbuka. Kalau Anda seorang tenaga penjual, juga tidak ada salahnya meminta nasihat dari pelanggan yang sudah memiliki hubungan dekat. Tanyakan pada diri sendiri, apa tujuan profesional Anda. Cari informasi dan bantuan untuk mencapai tujuan Anda tersebut.

Amankan keuangan

Ketika Anda diberhentikan dari pekerjaan, secara otomatis pendapatan juga berhenti. Coba Anda hitung kembali tabungan yang Anda miliki. Persiapkan dana untuk hidup, paling tidak enam bulan ke depan. Sangat beruntung begitu Anda diberhentikan, langsung dapat pekerjaan baru. Akan tetapi itu jarang terjadi. Mungkin Anda membutuhkan waktu 6 bulan untuk mendapatkan pekerjaan baru yang Anda impikan.

Karena pemasukan diperkirakan akan kosong selama enam bulan, pengetatan pengeluaran menjadi sangat penting. Hentikan semua pengeluaran yang tidak perlu. Tanpa pekerjaan merupakan kondisi darurat sehingga belanjakan uang Anda hanya untuk kebutuhan dasar dahulu.

Buat skenario

Kalau nasib sedang baik, jejaring yang telah dibangun akan menyelamatkan Anda. Anda tetap mendapatkan pekerjaan sesuai dengan tujuan profesional Anda. Namun keadaan selalu berpihak kepada kita. Untuk itu, buatlah skenario dari yang ideal sampai ke yang terburuk. Skenario ideal, Anda membuat strategi untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, atau paling tidak, sama dengan yang sekarang. Skenario terburuk adalah menjalankan pekerjaan yang tidak Anda sukai, sekadar untuk bertahan hidup. Skenario ini membantu menyiapkan mental Anda untuk kuat menghadapi keadaan apa pun.

Sebagai catatan akhir: jaga kesehatan fisik dan mental. Ketika karier terancam, biasanya Anda akan stres. Stres yang berkepanjangan akan mempengaruhi kesehatan fisik. Kalau Anda sampai sakit-sakitan, bagaimana bisa mencari pekerjaan? Olahraga fisik dan aktivitas spiritual (memperkuat ibadah) akan menjaga Anda tetap bugar dan bisa berpikir jernih.

Catatan: Tulisan ini diinspirasi dari karya Susan Peppercorn “What To Do If You Think Your Job Is At Risk” yang dimuat dalam Harvard Business Review Special Issue, Spring 2021.

Please Login to Comment.

Need Help? Chat with us