Menetapkan Tujuan Karier dalam Masa Ketidakpastian

Menetapkan Tujuan Karier dalam Masa Ketidakpastian

Meskipun pandemi Covid-19 menunjukkan tanda-tanda mereda, dampaknya pada kehidupan kerja belum berakhir. Krisis keuangan memaksa banyak perusahaan merumahkan karyawannya, dan sampai sekarang belum memberi kepastian kapan akan memangilnya untuk kembali bekerja. Tidak sedikit perusahaan yang merestrukrisasi organisasi, menciptakan jabatan-jabatan baru dan menghapus yang lama. Selain itu, ada pula perusahaan yang berganti bisnis, meninggalkan bisnis lama, beralih ke bisnis baru. Maklum, pandemi Covid-19 juga membuka peluang munculnya bisnis baru.

Sebelum hadirnya pandemi, mungkin Anda memiliki cita-cita dan tujuan karier. Sangat beruntung kalau Anda masih meyakini cita-cita lama akan berjaya. Namun, bagi kebanyakan orang, disrupsi di lingkungan kerja memporak-porandakan rencana karier. Di tengah ketidakpastian situasi ini, Anda perlu memikirkan tujuan yang lama dan membangun yang baru. Tentu saja tujuan karier yang baik harus didasarkan pada prediksi peluang dan problema yang muncul di masa depan. Tantangannya adalah kita sulit memprediksi kondisi masa depan.

Sulitnya melihat masa depan secara jernih membuat banyak orang merasa tidak berdaya. Berikut adalah empat pertanyaan untuk membangun kembali tujuan karier Anda dalam menghadapi ketidakpastian.

1. Apa yang paling penting untuk saya dalam waktu dekat?

Dalam kondisi yang tidak stabil, sangat sulit membuat rencana jangka panjang. Meskipun demikian, Anda bisa menetapkan arah sebagai patokan. Misalnya, “Saya akan menjadi direktur pemasaran”. Anda tidak perlu menargetkan kapan, pemasaran dalam bidang apa, dan bagaimana mencapainya. Cukup arah umum saja.

Berikutnya, tetapkan tujuan jangka pendek yang bisa Anda capai. Horizon waktunya tetapkan dalam satu bulan ke depan. Maaf, bagi Anda yang terkena PHK akibat pandemi, misalnya, bisa berencana mendapatkan pekerjaan baru. Bagi Anda yang perusahaannya berganti bisnis, bisa ‘melamar’ untuk posisi baru. Dengan tujuan jangka pendek ini, Anda dapat segera melaksanakannya dan memperoleh quick win.

Perlu dicatat, rencana jangka pendek ini sebaiknya berpatokan pada impian jangka panjang. Kalau Anda ingin menjadi direktur pemasaran, misalnya, maka Anda dapat melamar pekerjaan dalam bidang pemasaran. Dalam keadaan darurat, tidak bisa pilih-pilih. Jadi bisa melamar sebagai staf pemasaran, sebagai staf promosi, bahkan sebagai driver distribusi pun tidak masalah.

2. Apa yang bisa saya kendalikan?

Dalam keadaan mendesak, tidak perlu membuat rencana besar. Cukup yang bisa dilakukan dan diselesaikan segera. Dalam ilmu psikologi, rencana yang bisa dilakukan dikenal sebagai “lokus kendali”: keyakinan bahwa sesuatu dapat dikendalikan. Apabila Anda ingin menjadi direktur pemasaran, misalnya, rencana yang mungkin dalam kendali Anda adalah ”Saya akan berjejaring dengan empat orang baru minggu ini”. Apabila Anda ingin mendapatkan pekerjaan baru, Anda bisa berencana melamar pekerjaan dalam minggu ini, atau menghubungi teman yang bisa memberi pekerjaan besok.

3. Tindakan apa yang bisa saya ambil sekarang?

Tetapkan apa yang bisa dilakukan saat ini yang membawa ke tujuan yang lebih besar. Dalam kasus ingin menjadi direktur pemasaran, dan telah menetapkan “akan berjejaring dengan orang baru” dalam minggu ini, Anda bisa segera menulis e-mail ke calon pelanggan baru. Bisa juga Anda menelepon pimpinan perusahaan distributor untuk berkenalan. Terserah, pokoknya tetapkan yang bisa Anda lakukan.

Anda tidak perlu menunggu sampai keadaan berjalan sesuai rencana ideal. Misalnya, kalau Anda terkena PHK, Anda menunggu kondisi ekonomi membaik untuk menghubungi perusahaan tempat kerja sebelumnya. Mengapa? Kondisi ekonomi berada di luar kendali Anda. Lakukan yang berada dalam kendali.

4. Bagaimana mengukur hasilnya?

Tetapkan minideadline dan minimeasurement. Minideadline adalah batas waktu penyelesaian pekerjaan detail dalam jangka sangat pendek. Bisa satu jam, dua jam, atau empat jam. Tentu saja, volume pekerjaannya juga harus kecil. Misalnya, “Pukul 8.00 saya akan kirim e-mail ke calon pelanggan”.  Minideadline memudahkan pengukuran. Dalam contoh mengirim e-mail di atas, pukul 8.01 Anda sudah bisa mengukur tujuan yang direncanakan tercapai.

Secara ringkas, di tengah ketidakpastian, tetapkan arah ke depan yang diinginkan, hindari membuat tujuan jangka panjang yang muluk-muluk dan rinci. Anda tidak perlu melakukan sesuatu yang ideal yang berada di luar kendali. Cukup menetapkan tujuan jangka pendek yang bisa dicapai segera. Tentu saja tetap berpatokan pada arah jangka panjang.

Dengan cara seperti itu, Anda tetap produktif, efektif, dan berjalan ke arah yang benar. Dan yang penting lagi, Anda tidak stres memikirkan masa depan yang tampak tidak menentu dan kelabu. [M]

Catatan: Tulisan ini diinspirasi dari “How reset your goals during a crisis” karya Dorie Clark dan Patricia Carli dan dimuat dalam HBR Special Issue Spring 2021.

Please Login to Comment.

Need Help? Chat with us