Karier Horizontal

Karier Horizontal

Tumbuh itu ke atas, bukan ke samping! Itulah lelucon yang biasa ditujukan bagi orang yang bertambah gemuk akibat gagal diet. Tubuhnya membesar, tetapi tidak bertambah tinggi. Pemikiran bahwa tumbuh itu harus ke atas, juga berlaku dalam dunia karier. Siapa pun yang masuk ke dunia kerja selalu memimpikan kedudukan tertinggi.

Pertama kali masuk kerja, secara alami seseorang menjadi pelaksana terlebih dahulu. Kalau dia berprestasi, dia akan menjadi supervisor, kepala regu, atau kepala shift. Kalau prestasinya bagus, dia akan menjadi manajer, kemudian menjadi general manager, terus menjadi direktur, selnajutnya menjadi direktur utama. Begitulah perjalanan karier wajar yang ada dalam benak kita semua.

Namun di dunia nyata tidak semua berjalan mulus. Tidak sedikit di antara kita yang kariernya mandek. Setelah menduduki posisi supervisor, misalnya, jalan ke atas tertutup rapat. Tidak ada celah. Banyak penyebab yang menjadikan jalur karier mampat. Salah satunya adalah organisasi tidak berkembang, yang membuat tidak ada posisi-posisi baru yang tersedia.

Lalu apa yang mesti Anda lakukan ketika peluang karier ke atas tidak ada? Anda bisa menggunakan filosofi gagal diet tadi: tumbuh ke samping. Dalam karier, pertumbuhan ke samping bukanlah sesuatu yang buruk. Bahkan sekarang karier horizontal menjadi program resmi perusahaan modern yang menganut prinsip agile (gesit). Agar gesit, perusahaan-perusahaan tersebut memangkas lapisan vertikalnya menjadi struktur datar. Dalam organisasi semacam itu, seorang manajer membawahi puluhan tim. Karyawan memiliki pilihan yang luas untuk bisa berpindah dari tim yang satu ke tim yang lain.  

Apakah Anda bekerja pada perusahaan yang strukturnya datar atau yang hierarkinya panjang, kemampiuan berkembang secara horizontal tetap penting. Paling tidak ada tiga manfaat yang bisa Anda peroleh dengan tumbuh secara horizontal.

Pertama, pengalaman dan kompetensi Anda berkembang. Kalau Anda semula adalah seorang tenaga penjual kemudian berpindah ke bagian produksi, Anda menjadi paham bagaimana membuat produk yang selama ini Anda jual. Kompetensi Anda juga berkembang dari penjualan menjadi penjualan dan produksi.

Kedua, jejaring Anda bertambah. Ketika Anda menjadi seorang tenaga penjual, misalnya, Anda mengenal distributor dan konsumen. Setelah bergabung ke dalam tim produksi, Anda akan mengenal para pemasok dan pihak lain yang terkait. Jejaring yang luas ini sangat bermanfaat untuk kemajuan karier Anda selanjutnya.

Ketiga, lebih mudah menemukan peluang baru untuk maju. Dengan berkembangnya kompetensi dan luasnya jejaring, peluang Anda untuk meraih posisi menjadi semakin terbuka. Misalnya saja, dengan berpindah dari bagian penjualan ke bagian produksi, Anda jadi menguasai siklus suatu produk secara menyeluruh, mulai dari mengadaan bahan produksi, proses produksi, pemasaran produk, penjualan hingga distribusi produk. Pemahaman, pengalaman, dan kompetensi tersebut membuat Anda memiliki peluang untuk menjadi manajer produk. Bahkan karena jejaring yang luas, kalaupun peluang di perusahaan masih tertutup, Anda bisa pindah ke perusahaan lain.

Lalu bagaimana cara meniti karier horizontal? Ada beberapa hal yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh:

Pertama, kesediaan mempelajari sesuatu yang baru dan menumbuhkan rasa ingin tahu yang besar. Anda perlu melebarkan bidang minat Anda. Kalau selama ini Anda berkecimpung dalam bidang akuntansi, tidak ada salahnya mencoba mempelajari pemasaran atau produksi. Bahkan tidak ada salahnya Anda mencoba mempelajari bidang yang tidak terpikirkan sebelumnya, misalnya data science. Bidang minat yang baru ini akan melebarkan jalan menuju posisi horizontal yang mungkin tidak terkait dengan bidang pekerjaan yang Anda lakukan.

Kedua, perluas jejaring. Cobalah Anda berkenalan dengan orang-orang dari bagian lain, bergabung dengan tim-tim proyek lintas fungsi. Bisa juga melibatkan diri dalam kepanitiaan informal atau ad hoc.  Luasnya jejaring ini akan memudahkan Anda ketika menempati posisi horizontal yang tidak memiliki hubungan kerja sebelumnya. Anda bisa bekerja secara nyaman di posisi baru karena Anda sudah kenal dengan orang-orang baru melalui jejaring informal atau nonstruktural.

Ketiga, selalu berprestasi, paling tidak bekerja dengan baik, pada setiap posisi yang diemban. Sulit sekali bagi siapa pun untuk meningkatkan karier, baik secara vertikal maupun horizontal, apabila dikenal sebagai pembuat masalah. Tidak ada unit atau tim yang mau menerima orang yang membuat masalah. Mereka membutuhkan orang yang bekerja secara sungguh-sungguh dan bisa bekerja sama. Jadi, apa pun kondisi Anda, jangan gampang menyerah. Terhalang naik ke atas, bergeraklah ke samping. Dengan demikian Anda akan terus tumbuh. Selamat mencoba, dan sukses selalu.

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Please Login to Comment.

Need Help? Chat with us