Pendekatan Baru Pembelajaran dan Pengembangan

Pendekatan Baru Pembelajaran dan Pengembangan

Ada dua faktor yang memaksa perusahaan memikirkan ulang strategi dan pendekatan pengembangan SDM organisasinya. Pertama adalah disrupsi teknologi digital. Teknologi digital memaksa semua perusahaan untuk bertransformasi untuk beroperasi secara digital. Kondisi ini menyebabkan keterampilan dan kompetensi lama menjadi usang. Perusahaan harus segera mengembangkan kompetensi baru yang dibutuhkan di masa mendatang. Tuntutan teknologi digital yang mengharuskan kecepatan dan kemudahan akses, membuat model-model pembelajaran lama menjadi ketinggalan.

Kedua adalah hadirnya generasi milenial. Mereka adalah kelompok pekerja yang akrab dengan teknologi  baru. Mereka sangat senang belajar berkelompok (social). Mereka pembelajar mobile (tidak senang duduk di kelas). Mereka menyukai pembelajaran yang fun meskipun mereka pembelajar yang serius. Satu lagi ciri pembelajaran kaum milenial: mereka pembelajar cepat.

Pendekatan Baru Pembelajaran dan Pengembangan
Daftar isi Majalah Manajemen ed. September 2020

Oleh karena itu, banyak perusahaan mulai mengubah pendekatan pembelajaran. Dengan mendirikan corporate university, perusahaan beramai-ramai mengembangkan e-learning. Beberapa perusahaan memanfaatkan MOOC (massive online open course) dan meramu menjadi menu pembelajaran untuk pengembangan karyawan mereka.

Hadirnya Covid-19 mendorong perusahaan-perusahaan untuk segera menerapkan rencana pembelajaran jarak jauhnya. Dari survei yang dilakukan McKinsey, semua perusahaan mentransformasi model pembelajaran tradisionalnya ke pembelajaran berbasis digital. Hasilnya, sebagian perusahaan merasa dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Manajemen edisi ini menyajikan model-model pembelajaran baru yang dikembangkan oleh berbagai perusahaan. Sekolah Tinggi Manajemen PPM  misalnya, sekarang sedang mengembangkan model pembelajaran berbasis konsep Kampus Merdeka. Kita juga dapat menimba pengalaman dari Divisi Pembelajaran Ingriya yang mendesain ulang program-program pembelajaran berbasis tatap muka menjadi pembelajaran virtual.

Banyak orang yang meyakini bahwa next normal, tidaklah sama dengan old normal. Sudah pasti pembelajaran model lama tidak lagi berjalan di normal berikutnya. Semoga tulisan-tulisan dalam majalah kali ini bisa dijadikan pembelajaran untuk menyiapkan dan memperbarui program pembelajaran dan pengembangan di perusahaan kita masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Need Help? Chat with us