Pengalaman Karyawan dalam Masa Krisis

Pengalaman Karyawan dalam Masa Krisis

Memuliakan karyawan menjadi topik manajemen yang menarik dalam tiga tahun belakangan. Dasar pemikirannya sederhana: perusahaan tidak hanya membutuhkan manusia yang kompeten, tetapi juga yang loyal dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Tanpa loyalitas dan engagement, karyawan hanya menjadi beban. Mereka bukan aset, tetapi liabilitas. Untuk itulah terbit pemikiran bagaimana mereka dapat bekerja secara mulia. Karyawan membutuhkan pengalaman yang menyenangkan di perusahaan untuk dapat loyal dan memberi kontribusi nyata bagi perusahaan.

Pada masa-masa makmur, ketika perusahaan meraup untuk besar, wajarlah kalau perusahaan merancang proses kerja yang membuat karyawan bahagia. Namun, ketika dihadapkan dengan krisis, terutama krisis keuangan, membahagiakan karyawan menjadi pilihan yang rumit. Dalam masa pandemi Covid-19 misalnya, apakah karyawan ‘dipaksa’ kerja di kantor meskipun berisiko tertular sang virus?  Ketika karyawan harus work from home (WFH), apakah mereka didukung dengan sarana kerja yang memadai? Ketika arus kas masuk tiba-tiba surut, apakah akan memangkas gaji mereka?

Pengalaman Karyawan dalam Masa Krisis
Daftar isi Majalah Manajemen ed. Agustus 2020

Menciptakan pengalaman karyawan (employee experience) di masa krisis terkadang harus berhadapan dengan etika. Sebagai contoh, apakah etis memangkas gaji karyawan, tetapi gaji pimpinan tidak diotak-atik? Direksi beberapa perusahaan mengambil langkah berani dengan memangkas gajinya, dan menjaga keutuhan bagi karyawannya. Secara finansial dampaknya tidak signifikan, tetapi membawa pesan moral yang kuat bagi karyawan

Manajemen kali ini hadir topik bagaimana menciptakan pengalaman WOW bagi karyawan. Dan, tentu saja dikaitkan dengan etika. Pada rubrik Fokus Utama, kami sajikan tulisan mengenai bagaimana mendesain organisasi yang mendukung terciptanya pengalaman karyawan yang baik. Pada rubrik Etika, kami hadirkan tokoh praktisi mengenai perlaku etis di masa krisis. Armand Wahyudi Hartono, Vice President BCA, berbagi pengalaman menerapkan etika terhadap karyawannya saat pandemi Covid-19 mendera.

Seperti biasanya, kami terus menghadirkan rubrik tetap seperti Dewan (Komisaris Profesional), Ruang Direksi, Kolom dan Ringkasan Buku. Semoga Manajemen dapat menemani pembaca melewati masa-masa sulit ini, dengan tetap menjaga kesejahteraan karyawan tentunya.

Salam sehat dan sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Need Help? Chat with us