DISRUPSI CORONA DAN TEKNOLOGI DIGITAL

Akhir tahun 2019, muncul sebuah fenomena yang dampaknya terhadap kehidupan manusia, termasuk bisnis, tidak terduga: virus Corona. Virus yang belum ada penawarnya itu menyebar dari Wuhan, Cina, secara perlahan ke seluruh dunia. Semakin lama, sebarannya semakin cepat. Pada 16 Maret 2020, jumlah terinfeksi 173.047 orang di 158 negara. Berita baiknya adalah 77.783 yang terinfeksi dinyatakan sembuh.

Sifat penyebarannya yang melalui kontak fisik manusia, menyebabkan orang yang berinteraksi di seluruh dunia menjaga jarak. Di Indonesia dan banyak negara lain, virus Corona justru memaksa orang untuk mengadopsi teknologi digital: bekerja dari rumah, belajar online, dan rapat online. Patut diduga, virus Corona akan meningkatkan literasi digital masyarakat dunia.

Daftar Isi edisi No 3 Th 2020

Padahal dalam satu dekade belakangan, teknologi digital mirip pandemi Corona. Berkembang dan menyebar secara cepat, dan mendisrupsi bisnis, serta mengubah lanskap persaingan banyak industri. Setelah mendisrupsi industri penerbitan dan rekaman, teknologi digital sepertinya akan mengubah secara mendasar jasa keuangan.

Adalah Brett King yang memperkenalkan istilah Bank 4.0, yaitu bisnis perbankan di masa mendatang. Brett King menggambarkan industri perbankan masa lampau, bertumpu pada operasi kantor-kantor cabang. Orang harus datang ke kantor bank untuk melakukan transaksi. Secara bertahap, bank mendekati pelanggan dengan membuka titik-titik layanan, seperti ATM dan internet banking. Bank 4.0 ditandai dengan pelayanan yang mobile, melekat pada individu nasabah. Contoh konkretnya adalah pemanfaatan aplikasi mobile banking. Teknologi yang mendasari Bank 4.0 bukan lagi internet, tetapi artificial intelligence.

Edisi Manajemen kali ini hadir dengan mengupas transformasi digital jasa keuangan. Pertama, dalam rubrik Fokus Utama, kami menghadirkan peran AI dalam perbankan, kemudian pengertian mengenai Bank 4.0. Pada rubrik Fokus kami hadirkan pengalaman transformasi digital Bank BCA, Bank BRI, dan Allianz.

Kami secara sengaja mengambil tiga perusahaan tersebut sebagai kasus, karena keunikan latar belakang maupun transformasi yang dijalankan. Bank BRI merupakan bank yang paling luas sebaran pelayanannya. Bank BCA adalah bank swasta nasional terbesar. Sementara Allianz adalah perusahaan asuransi multinasional yang paling dikenal di
negeri ini.

Lalu apa hubungannya dengan virus Corona? Pada rubrik Ruang Direksi kami hidangkan pelajaran mengenai cara perusahaan Cina merespons terhadap virus Corona. Selama ini, bisnis Cina dinilai paling berhasil dalam merespons pandemi ini. Dalam rubrik Ruang Direksi kami juga menyajikan cara komunikasi di masa krisis Corona. Tentu, seperti edisi sebelumnya kami terus rubrik-rubrik tetap yang lain: Teknologi dan Ringkasan Buku.

Akhirnya, semoga kita bisa melewati serangan pandemi Corona, dan perusahaan terus tumbuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Warning: file_put_contents(/home/majn3576/public_html/wp-content/uploads/wpdm-cache/session-9f9e1912fa4c9954119fb168983ee863.txt): failed to open stream: Disk quota exceeded in /home/majn3576/public_html/wp-content/plugins/download-manager/libs/class.Session.php on line 75