Corporate University dalam Transformasi

Sampai saat ini, isu corporate university (corpu) tetap hangat dalam kancah diskusi pembelajaran korporasi. Anehnya, meskipun sudah sejak lima tahun yang lalu banyak organisasi beramai-ramai mendirikan  corpu, pemahaman tentang pengertian dan fungsinya masih kabur. Ada yang berpendapat bahwa corpu adalah evolusi lanjutan dari unit diklat (pendidikan dan pelatihan). Bahkan ada yang ‘tersesat’ dengan memaknai corpu sebagai universitas yang dikelola oleh perusahaan atau organisasi. Tidak heran ada orang yang sulit membedakan antara Universitas Pertamina dengan Pertamina Corporate University atau antara Sekolah Tinggi Telkom dengan Telkom Corporate University.

Corporate university sebenarnya adalah fungsi pembelajaran untuk menunjang pencapaian tujuan organisasi. Pada struktur organisasi yang lumrah, fungsi ini berada dalam peran pengembangan SDM. Mengenai nama unit pengelolanya, bisa beragam. Ada yang menyebut diklat, learning center, akademi , corporate university, dan sebagainya. Akan tetapi, yang lebih penting adalah fungsinya. Corporate university harus memberi nilai tambah dengan mendukung pencapaian sasaran strategis organisasi.

Dalam organisasi yang sedang bertransformasi (saat ini kebanyakan organisasi sedang sibuk melakukan transformasi digital), corporate university memiliki peran strategis dalam menunjang keberhasilan transformasi. Untuk itulah pada edisi kali ini rubrik Fokus Utama menyajikan artikel mengenai bagaimana corporate university menciptakan nilai bagi organisasi. Kami juga memperjelas peran corpu melalui tulisan Zusty Dewayani.

Sebagai contoh kasus, kami menyajikan kiprah-kiprah sebuah unit global learning dalam memandu transformasi organisasi Philips Lighting memasuki perubahan industri pencahayaan. Hadir pula kisah Kamadjaja Logistics yang mendukung transformasi Kamadjaja dari perusahaan kurir menjadi perusahaan logistik terintegrasi dan modern. Silakan simak pula peran Pegadaian Corporate University dalam membimbing transformasi untuk menjadi perusahaan jasa keuangan berbasis teknologi.

Seperti pada edisi sebelumnya, Manajemen  kali ini tetap hadir dengan rubrik tetap, yaitu Studi Kasus, Ruang Direksi, Teknologi, dan Etika. Jangan lupa, ikuti pula kolom Aries Heru Prasetyo mengenai kasus Jiwasraya dan Asabri. Akhirnya selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Warning: file_put_contents(/home/majn3576/public_html/wp-content/uploads/wpdm-cache/session-9f9e1912fa4c9954119fb168983ee863.txt): failed to open stream: Disk quota exceeded in /home/majn3576/public_html/wp-content/plugins/download-manager/libs/class.Session.php on line 75