MEMBANGUN POLA PIKIR PERTUMBUHAN DALAM TRANSFORMASI DIGITAL

Tantangan bagi semua perusahaan legacy dalam transformasi digital adalah pola pikir insan di dalamnya. Penggunaan teknologi digital mensyaratkan talent yang memiliki pola kerja agile dan pola pikir pertumbuhan (growth mindset).

Perusahaan legacy, biasanya dihadapkan dua tantangan ketika mengadopsi cara kerja agile dan pola pikir pertumbuhan. Pertama adalah mendapatkan talent yang mendukung. Sudah bukan rahasia lagi talent dengan keahlian data science, program developer, coding, dan sejenisnya sangat sulit diperoleh. Mereka memiliki pola pikir agile dan growth. Kedua adalah mengembangkan orang-orang lama untuk mengadopsi pola pikir pertumbuhan dan cara kerja agile.

Para psikolog telah sepakat bahwa pertumbuhan hanya bisa diperoleh melalui pembelajaran. Oleh karena itu, pembelajaran individu maupun organisasi menjadi sangat vital agar individu atau perusahaan bertumbuh.

Dalam rubrik Fokus, pembaca dapat belajar dari sistem pembelajaran agile untuk menumbuhkan growth mindset di Jasa Marga. Pembaca juga dapat belajar dari Microsoft untuk membangun lingkungan kerja yang menumbuhkan.

Sebagai bagian upaya untuk mengembangkan budaya pembelajaran, dalam rubrik Ruang Direksi, kami membuka wawasan bahwa pemimpin seharusnya juga menjadi guru. Guru yang mengajari secara langsung anak buahnya, mulai dari aspek teknis, bisnis, hingga filosofi hidup. Memang, semua orang dan organisasi harus tumbuh. Dan untuk tumbuh, semua harus belajar.

Tugas organisasi adalah memfasilitasi dan mendorong pembelajaran tersebut. Dengan demikian, manusianya akan berkembang dan organisasinya pun akan tumbuh.

Selamat bertumbuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *