PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI ERA MESIN PINTAR

Salah satu tugas utama pemimpin adalah mengambil keputusan. Kualitas kepemimpinan seseorang ditentukan oleh pembuatan keputusan. Dan tentu saja, semua pemimpin, di semua level telah memiliki kompetensi dalam pengambilan keputusan ini. Mereka telah belajar di kelas-kelas bisnis, dari praktik nyata dalam organisasi, maupun belajar dari pengalaman orang lain.

Namun, lingkungan organisasi telah berubah drastis di era digital. Kondisi eksternal maupun internal berubah secara cepat, dengan masa depan yang sulit diprediksi. Beberapa metode pengambilan keputusan yang telah dipelajari dengan tekun, yang disiapkan untuk menghadapi kondisi stabil, tiba-tiba menjadi kedaluwarsa. Pemimpin membutuhkan metode baru yang lebih adaptif.

Meskipun demikian, era digital ini juga memberi berkah tersendiri dalam pengambilan keputusan. Data melimpah ruah di sekitar kita, yang dengan teknologi internet menjadi mudah diakses. Pada saat yang sama, teknologi digital juga melahirkan mesin pintar, yang kita kenal sebagai artificial intelligence (AI).

Pada satu sisi, mesin ini dapat bekerja dengan sangat baik dan bebas noise, kebisingan, atau gangguan. Tetapi di sisi lain, kalau input dan modelnya salah maka hasilnya juga salah. Mesin pintar hanya bisa ‘bekerja pikir’, tetapi sebenarnya tidak bisa berpikir.

Manusia memiliki kemampuan judgment yang unggul. Sayangnya, manusia sangat rawan terhadap pengaruh noise, unsur tidak relevan yang mempengaruhi keputusan (emosi, misalnya). Lalu bagaimana manusia bekerja sama dengan mesin pintar?

Pada artikel fokus utama, kami menyajikan kapan seharusnya manusia memanfaatkan AI dan kapan harus melakukannya sendiri dalam pengambilan keputusan. Pada rubrik fokus, kami juga menghadirkan beberapa teknik pengambilan keputusan yang relevan untuk keadaan tidak menentu.

Seperti pada edisi-edisi sebelumnya, kami konsisten menghadirkan rubrik tetap. Pada rubrik teknologi, kami menyajikan pemanfaatan teknologi untuk perekrutan. Pada rubrik ruang direksi, kami hadirkan kerangka berpikir dalam pengambilan keputusan untuk pemimpin.

Akhirnya, selamat membaca, terus semangat untuk belajar, dan mengambil keputusan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *