Data Dan Artificial Intelligence Untuk Pemasaran

Fungsi pemasaran sudah lama memanfaatkan data dan analisis, terutama untuk memprediksi penjualan, menetapkan harga, dan menghitung sediaan. Pemanfaatan data kemudian berkembang dalam bentuk belanja iklan dan promosi. Bersamaan dengan berkembangnya teknologi big data dan artificial intelligence, fungsi pemasaran memanfaatkannya juga untuk membangun loyalitas pelanggan melalui pelayanan dan penciptaan pengalaman.

Daftar Isi

Salah satu kesulitan analytics dalam pemasaran adalah menciptakan pesonalisasi, baik dalam hal produk/jasanya maupun dalam iklan/promosi dan pelayanannya. Manajemen hadir dalam topik marketing analytics dengan pembahasan yang lengkap. Pertama, Widyarso Roswinanto menyampaikan posisi marketing analytics dalam fungsi pemasaran secara umum. Selanjutnya, kami menyajikan bagaimana memanfaatkan marketing analytics untuk mencapai tujuan branding jangka panjang dengan tetap mengejar tujuan penjualan jangka pendek.

Kami juga membahas aspek teknis, berupa penggunaan analytics untuk penetapan harga. Namun, mungkin, yang paling menarik adalah kisah Stitch Fix, peritel pakaian yang menggabung penggunaan data science dengan stylist manusia untuk memberikan penawaran personal bagi pelanggannya. Data science bahkan menjadi basis untuk menciptakan model bisnis baru.

Di luar topik utama, edisi kali ini kami membawa topik yang istimewa dalam rubrik dewan: Aktivis CEO. Bolehkan seorang CEO terlibat dalam urusan politik dan sosial secara terbuka. Bisakah CEO memimpin aksi massa untuk isu tertentu? Bagaimana dampaknya terhadap perusahaan yang dipimpin? Silakan lihat sepak terjang perilaku para aktivis CEO Amerika pada rubrik dewan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *