Menunggu Unicorn-unicorn Baru

Dirindu, tetapi dibenci, itulah perusahaan startup. Di banyak negara, lahirnya startup yang mampu melahirkan model bisnis baru memang ditunggu-tunggu karena model bisnis baru yang tepat merupakan inovasi yang sesungguhnya.

Model bisnis baru yang tepat akan melahirkan perusahaan, seperti Google, Netflix, Uber, Gojek, dan sebagainya. Mereka semula adalah perusahaan-perusahaan rintisan yang menjelma menjadi raksasa bisnis. Tentu saja, setelah menjadi besar, startup ini memberi kontribusi vital pada pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja suatu kawasan.

Mereka, para startup, juga dibenci karena apabila berhasil akan memporakporandakan lanskap bisnis. Perbankan sampai saat ini masih mengkhawatirkan munculnya startup teknologi finansial. Indonesia Banking Survei 2018 yang diselenggarakan oleh Pricewaterhouse Coopers Indonesia (PwC Indonesia) merilis bahwa 41% responden menyatakan fintech akan menjadi ancaman serius dalam lima tahun ke depan di Indonesia. Kita juga sudah menyaksikan dahsyatnya dampak startup di industri lain, seperti transportasi dan ritel.

Untuk itulah Manajemen edisi Februari menghadirkan topik perusahaan startup. Pengertian startup dibahas melalui berbagai sudut (pelaku, jenisnya, pemodal) kami sampaikan pada Rubrik Fokus Utama. Rubrik Fokus Utama juga menayangkan tulisan Aries Heru Prasetyo, mengenai kunci sukses startup. Siti Nuraisyah Suwanda, menyampaikan pendekatan J Curve dalam pengembangan startup.

Rubrik lain ikut melengkapi pembahasan mengenai startup. Rubrik Model Bisnis mengupas metode penyusunan Business Model Canvas untuk bisnis startup, yang dikenal sebagai Lean Business Model Canvas.

Adapun pada Rubrik Ruang Direksi, kami hadirkan tulisan Triono Saputro mengenai Corporate Entrepreneurship, yaitu metode pengembangan bisnis, produk atau jasa melalui aktivitas entreprenurship dalam perusahaan yang sudah mapan.

Penting juga kami sebutkan, bahwa dalam Rubrik Wawancara, Komang Budi Aryasa, membeberkan pengalamannya mengembangkan unit big data di Telkom. Big data konon menjadi enabler utama terjadinya industri 4.0. Jadi, inovasi, startup, corporate entrepreneurship, dan big data merupakan komponen penting yang akan membawa pertumbuhan ekonomi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *